Seni Fauvisme, Ketika Warna Menjadi Unsur Seni yang Independen

Seni rupa dan warna tidak mungkin dipisahkan. Seni merupakan bagian dari dunia yang memiliki tempat sangat istimewa. Jenis dan aliran seni khususnya seni rupa beragam. Sebagaimana waktu berjalan, pergantian zaman, dan kemajuan teknologi. Salah satu aliran seni yang populer ialah seni fauvisme.

Karya seni aliran fauvisme akan mudah dikenali bila kita sudah memahami ciri khas karya dengan aliran tersebut. Sebab fauvisme bisa dikatakan sebagai sebuah pembuktian yang mana membuat unsur warna bisa berdiri sendiri atau independen.

Karakter Karya Seni Dengan Aliran Fauvisme

Karakter paling kuat dari karya seni fauvisme memang terletak pada penerapan pemilihan warna pada karya seni tersebut. Namun tentu tidak hanya itu saja, aliran seni ini juga menekankan unsur seni lain seperti bentuk dan garis, sehingga fauvisme sangat peduli dengan kualitas hasil karya.

Untuk lebih mengenal karya-karya seni dengan aliran fauvisme, berikut penjelasan singkatnya seputar seni fauvisme.

  • Menekankan Unsur-Unsur Seni Rupa

Sudah disebutkan bahwa aliran seni yang dinamakan fauvisme ini menekankan beberapa unsur seni dengan sangat jelas serta memerhatikan segi kualitasnya. Sehingga seni fauvisme bisa memiliki pengertian sebagai sebuah aliran seni yang menekankan unsur seni berupa warna, bentuk, dan garis, juga kualitas.

Selain itu fauvisme merupakan seni yang lebih mengambil nilai-nilai realistis jauh di atas dari aliran impresionisme yang mana lebih memberi hasil ‘tidak real’. Walau pun sedikit keluar jalur dari konsep realisme dan naturalisme, fauvisme tetap memiliki sifat peniruan terhadap alam semesta.

  • Impresionisme yang Lebih Radikal

Seni fauvisme juga sering dianggap sebagai versi lebih radikal dari impresionisme. Ya, hal ini didukung dengan gaya melukisnya yang seolah menjauh dari konsep realisme, seperti yang sudah disebutkan di atas.

Para ahli seni menyebut para seniman yang menerapkan aliran ini dengan nama ‘binatang buas’. Nama dan sebutan ini juga dipengaruhi oleh sebutan pada ‘fauvisme’ sendiri yang mana berasal dari bahasa Perancis yaitu ‘les Favuves’ dengan arti ‘binatang buas’.

Mengapa binatang buas? Karena para seniman fauvisme biasanya menolak menggunakan konsep dalam ide dasar peniruan alam semesta. Seolah memberontak dari prinsip seni natural. Meski memberontak dan menolak menggunakan konsep umum dalam seni rupa yang alami, hasil karya seni dari aliran fauvisme tidak bisa disepelekan.

Bahkan sebagian di antaranya dianggap menjadi hasil karya seni yang luar biasa dan hebat, memiliki nilai tinggi, serta tidak bisa dibanding-bandingkan.

  • Membuat Unsur Warna Mampu Berdiri Sendiri

Menurut ahli dan para kritikus seni, aliran fauvisme merupakan satu media sekaligus ‘tokoh’ yang berhasil membuktikan bahwa unsur seni berupa warna bisa berdiri sendiri dalam menggambarkan ekspresi dan membangun suasana.

Dalam aliran ini warna mampu menggambarkan banyak hal meski tanpa adanya penokohan. Warna bukan hanya ‘warna’ seperti warna baju Togel, warna benda, warna langit, warna latar, dan lain-lainnya, tetapi warna bisa berdiri tanpa harus representasi fisik.

Maka dari itu, bila Anda perhatikan bagaimana tampilan lukisan yang menggunakan konsep aliran ini, pemilihan warna dan pengaplikasiannya cenderung terang, cerah, dan kontras. Ciri khas dalam pemilihan dan pengaplikasian warna tersebut memang membuktikan ‘kebebasan’. Kemudian seniman ingin membuktikan bahwa fauvisme adalah satu cara bagaimana warna tidak hanya jadi parameter bagi benda lain saja.

Melihat dari sejarahnya, aliran seni fauvisme tidak begitu berkembang terlalu besar dan cepat, hanya beberapa tahun saja. Karena setelah itu aliran ini dimasukan dalam kategori aliran seni post-impresionisme oleh para kritikus seni.

  • Pengembangan Struktur Warna Oleh Para Seniman

Meski aliran tersebut tidak bergerak cepat dan besar-besaran, para ahli seniman yang menerapkan aliran post-impresionisme tetap berperan dalam mengenalkan aliran fauvisme. Ini berhubungan dengan turun tangannya mereka dalam perkembangan struktur warna.

Ada beberapa nama seniman beraliran fauvisme yang populer, di antaranya:

  1. Henri Matisse

Seniman yang dikenal dengan aliran ini adalah Henri Metisse. Dia memiliki pendapat berupa, ekspresi pribadi seseorang adalah salah satu atribut yang sangat penting dari seorang seniman. Sejak mengenal seni, Matisse memang sudah tertarik dengan teknik dan bahasa visual secara sistematis. Karya Matisse yang terkenal salah satunya berjudul The Green Line.

  • Maurice de Vlaminck

Matisse tidak sendiri, di masa dia berkarier sebagai seniman fauvisme, seniman lain yaitu Maurice de Vlaminck. De Vlaminck dikenal juga sebagai pemberontak beraliran fauvisme yang sama-sama suka berinovasi dengan warna.

Perbedaan hasil karya milik de Vlaminck berupa penggunaan pada bagian outline yang lebih tegas dan berat, juga lebih gelap. Hal ini berlawanan dengan warna bentuk lembut, ringan, dan cerah. Satu karya seni terkenal milik de Vlaminck ialah lukisan berjudul The Dancer at Rat Mort.

  • Andre Derain

Di awal abad 20, ada seniman lain yaitu Andre Derain yang dianggap cukup jauh berbeda dengan seniman fauvisme lainnya. Bila seniman fauvisme lain lebih ‘memusuhi’ Pablo Picasso dengan aliran kubismenya, Derain justru sangat dekat dengannya.

Derain hadir seolah membuktikan bahwa fauvisme masih merupakan ide atau gagasan yang lahir dari aliran kubisme. Meski tentu saja banyak seniman fauvisme lain menentang pendapatnya tersebut. Dia dikenal sebagai sosok seniman yang tidak berhenti melakukan eksperimen terhadap seni rupa modern.

Salah satu karya seni dari Derain yang terkenal berjudul Turniang Road.

  • Kees van Dongen

Kees van Dongen adalah seniman asal Belanda yang ikut dalam kelompok seniman fauvisme dan berhasil menunjukan bakatnya dalam mengemas lukisan fauvisme gemerlap.

Kariernya bermula dari dia yang menekuni dunia karikatur dan ilustrasi. Van Dongen disebut-sebut dekat dengan Pablo Picasso. Satu karya seni terkenal miliknya berjudul Woman with Large Hat.

  • Raoul Dufy

Seniman dengan aliran fauvisme lainnya ada Raoul Dufy. Dufy berasal dari Perancis. Dia dikenal dengan hasil lukisan terkesan mewah. Hal ini berkaitan dengan jenjang kariernya yang sempat menekuni bidang mode dan desain kain. Dufy dikenal juga sebagai seniman yang sering berkolaborasi dengan desainer untuk merancang konstum teater. Karya seni terkenal dari Raoul Dufy salah satunya berjudul La Fée Électricité yang berukuran sangat besar, menggambarkan seberapa pentingnya listrik dalam kehidupan.